Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Bulu ditubuh Wanita yang Penting untuk Dicukur

Written By Unknown on Selasa, 08 Januari 2013 | 12:34

Bulu di bagian tubuh mana yang paling mengganggu penampilan dan penting untuk dicukur? Inilah jawaban para wanita:

1. Ketiak
Survei tersebut dilakukan Senin (7/1/2012) dengan melibatkan 158 responden. Hasilnya, lebih dari setengah responden atau 63 % menjawab bulu ketiak merupakan area tubuh yang paling mengganggu jika tidak rutin dicukur atau waxing.
 
2. Kaki
Selain ketiak, yang juga dianggap mengganggu penampilan adalah bulu-bulu di kaki. 21% responden merasa penting untuk rajin mencukur bulu kaki.
3. Tangan
Rupanya selain kaki, ada juga responden yang tangannya memiliki cukup banyak bulu sehingga menganggu penampilan mereka. Ada 6% responden yang merasa mencukur bulu di tangan perlu dilakukan.
4. Miss V
Bikini waxing kini juga banyak dilakukan wanita untuk membersihkan bulu di Miss V. 6% responden menganggap bulu di area Miss V perlu rutin dicukur bukan hanya untuk penampilan tapi juga kebersihan.
5. Kumis
Meskipun tidak banyak, tapi ada wanita yang di atas bibirnya ditumbuhi rambut halus. Survei wolipop mencatat ada 4% wanita yang merasa terganggu dengan rambut halus di atas bibir atau kumis tipis ini sehingga merasa perlu untuk rutin mencukurnya.














Inilah 7 Jenis Bencong

Written By Unknown on Rabu, 02 Januari 2013 | 23:47


Waria atau banci atau bencong adalah seseorang yang secara fisik terlahir sebagai laki-laki tapi ingin hidup sebagai perempuan. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hal ini, bisa karena bawaan dari lahir, pilihan hidup, atau mungkin tuntutan profesi. Yang jelas, bencong ini ada macam-macam lho. Berikut ini adalah 7 jenis bencong!



1. Bencong Salon
Ini adalah bencong yang bekerja di salon-salon. Mereka sungguh ahli dalam memotong rambut kamu menjadi model terkini dan tentunya sungguh ahli dalam berbasa-basi. Potong rambut sama bencong salon bisa jadi kerasa cepet karena kamu diajak ngobrol mulu atau justru bisa juga kerasa lama banget, kalo kamu lagi capek dan sebenernya pengen diem aja.

Keahlian: make-up + gossip + memijat + potong rambut.

2. Bencong Pengamen

Jenis ini biasanya suka nongol di tempat nongkrong pinggir jalan atau lampu merah. Mereka ngamen sambil membawa semacam alat pemutar lagu standart, berpakaian seksi, dan memaksa tidak mau pergi sampai ada yang ngasih mereka uang. Banyak di antara bencong pengamen ini yang sebenernya pria tulen tapi hanya berdandan sebagai wanita, entah kenapa. Mungkin mereka merasa badan mereka yang jelas-jelas keliatan cowok itu lebih menarik kalo dipakein rok mini + tank top. Gak ngerti juga sih.

Keahlian: bernyanyi + berjoget + memaksa + bergombal.

3. Bencong Penjaja Cinta

Nah bencong jenis ini biasanya nongol di malem hari. Nongol dimananya tentu tergantung kelasnya. Yang kelas bawah di pinggir jalan, yang kelas atas biasanya di hotel mewah. Apa bedanya yang kelas atas sama kelas bawah? Harusnya sih yang kelas atas makin mirip aslinya ya. Intinya tapi sama, mereka menjual diri dan menjajakan cinta untuk mendapatkan uang.

Keahlian: menghisap + dihisap + terhisap + berlari (kelas bawah).

4. Bencong Fashion

Bencong jenis ini mempunyai talenta yang sangat bagus di dunia fashion, selera mereka sangat tinggi, dan biasanya mereka dekat dengan kaum socialite. Tidak jarang karya – karya mereka bisa terkenal sampai luar negeri.

Keahlian: fashion + bisnis + party + menikmati hidup.

5. Bencong Terkenal

Biasanya mereka itu sering nongol di TV. Ada yang hanya pura-pura jadi bencong untuk kepentingan komedi, tapi ada juga yang memang bener – bener bencong dan besar di dunia hiburan.

Keahlian: ngelawak + jadi MC + bernanyi + berdansa + dan banyak lagi!

6. Bencong Sempurna

Ini adalah bencong yang kamu gak tau kalo dia bencong. Hah, gimana maksudnya? Ya gitu. Lekuk tubuhnya sempurna, mukanya cantik banget, suaranya juga suara cewek. Trus gimana kamu bisa tahu kalo dia ternyata bencong? Ya tunggu dia ngaku aja sih./marimaju.net

Keahlian: Bener – bener menjadi wanita.

7. Bencong Terdakwa

Ini adalah mereka yang terlihat seperti bencong, mungkin bisa karena fisiknya, cara bergerak, sampai cara berbicara. Padahal sebenernya mereka cowok tulen, atau bisa jadi malah mereka itu adalah perempuan sejati.

Keahlian: Menangis karena dipikir bencong.

8. Bencong berbulu domba
bencong jenis ini adalah bencong kedok doang aslinya sih LAKI tulen, biasanya mereka berkutat di dunia fashion, keuntungan mereka biasanya bisa berada di ruang ganti wanita dengan bebas, bahkan biasanya para model minta tolong mereka buat bantu2 make baju/gaun yg agak ribet

Nah kurang lebih begitulah. Terlepas dari apapun pandangan kamu terhadap bencong, kamu tetap harus menghargai mereka lho. Mereka adalah teman-teman kita yang berjuang hidup dan mencari uang sama seperti kita juga. Jangan suka ngata-ngatain mereka ah.

Kamu termasuk jenis yang mana???
hahahaha

Mengintip Perkampungan Pembuat Keris



Bagi penggemar atau kolektor keris, nama Banyu Sumurup tak lagi asing terdengar di kuping mereka. Desa yang berada di wilayah Imogiri atau sekitar 500 meter arah tenggara makam-makam raja Mataram ini dikenal sebagai desa pembuat keris, baik itu keris pusaka ataupun hanya keris souvenir.

Ketenaran empu atau pengrajin keris yang berasal dari desa Banyu Sumurup ini tak hanya dikenal di Indonesia saja, tetapi juga telah tersebar di negera Brunei Darussalam saja, tetapi juga Belanda, Australia dan juga negara-negara di Timur Tengah. “Kami pernah dipesan Sultan Brunei Darussalam dan juga orang Malaysia untuk membuat keris,” ungkap Djiwo Dihardjo, salah satu empu keris .



Selain orang-orang mancanegara, Djiwo juga mengaku sering dipesan untuk membuat keris oleh para pejabat Indonesia. Di antaranya adalah seorang Gubernur Bali pada tahun 1972. Gubernur itu membayar sebuah keris yang dibuatnya dengan harga Rp 65 juta. “Sebuah jumlah yang luar biasa,” tutur Djiwo, bapak 4 anak ini. Kini, lanjut Djiwo, dirinya tengah dipesan membuat 2 buah keris dari seorang pengusaha dari Toraja dan akan dibayar Rp. 7,5 juta. Menurut Djiwo, dari pekerjaannya yang hanya mengandalkan membuat keris itu dipandang cukup bahagia dan bisa membesarkan keempat anaknya, di samping istrinya.


Ia lantas menceriterakan, pada tahun 1972 omzetnya bisa mencapai puluhan juta. Kalau dihitung dengan biaya transpor, juga bahan membuat keris dan lain sebagainya, maka yang diterima bersih, satu bulan hanya didapat Rp. 3 juta. “Tapi sekarang cukuplah untuk hidup,” tambahnya. Djiwo mengaku setiap tahunnya rata-rata bisa membuat 6–10 keris pusaka. Omzetnya untuk sekian banyak itu sekitar puluhan juta. Tapi bersihnya dia menerima sekitar Rp. 2 juta per bulan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hartinah yang mengkhususkan hanya membuat werangka keris. Dalam sehari, dirinya mampu membuat sampai 2 kodi. Meski tak laku semuanya, namun dirinya bisa mendapat nafkah yang cukup lumayan. “Dalam sehari saya bisa mengantongi keuntungan Rp 25.000 sampai Rp 50.000,” ungkapnya.

Ketenaran Banyu Sumurup sebagai kampung pembuat keris tak luput dari jasa besar Empu Supomo. Konon, alkisah, ketika itu di kerajaan Majapahit terjadi sebuah pemberontakan yang dilakukan oleh Soreng Loyo. Ontran-ontran ini membuat kalang kabut rakyat dan banyak yang melarikan diri ke luar Majapahit untuk menyelamatkan diri.


Empu Supomo, salah satu empu yang mumpuni membuat keris di kerajaan Majapahit, bersama dengan keluarganya juga mencoba menyelamatkan diri. Ia lari ke daerah Imogiri, Yogya. Tepatnya di desa Banyu Sumurup itu. Di tempat yang baru inilah Empu Supomo merasa tenteram dengan lingkungannya.

Di desa Banyu Sumurup inilah pula, Empu Supomo lantas meneruskan keahliannya untuk tetap membuat keris pusaka yang diyakini sangat bertuah yang kemudian keahliannya itu diturunkan secara turun-menurun. Dari Empu Supomo, keahlian membuat keris ini diturunkan kepada Mbah Tomorejo, menurun lagi ke Iro Menggolo–Dipomenggolo–Haryo Menggolo–Kiai Cokro Harjo–Sosro Menggolo dan generasi yang sekarang ini Djiwo Dihardjo. “Tapi sampai saat ini keahlian ini belum bisa saya turunkan ke anak saya. Memang yang paling berbakat adalah anak saya yang pertama,” ujar Djiwo Diharjo.

Keris Pusaka
Tak sembarangan membuat sebuah keris yang bertuah. Menurut penuturan Djiwo, proses pembuatannya harus mengetahui tanggal lahir si pemesan dan akan digunakan untuk apa. Setelah diadakan perhitungan dengan cara penanggalan Jawa, baru bisa ditentukan kapan (hari dan jam) keris itu bisa dibuat.

Selama dalam sepasar (5 hari) keris hanya dibuat dalam waktu dua jam sesuai dengan perhitungan. “Sewaktu membuat keris pun kita harus puasa. Selain tidak makan, juga tidak boleh bicara saat membuatnya. Kalau sampai itu dilanggar keampuhan keris itu akan punah.

Hasilnya seperti keris suvenir,” ungkap Jiwo. Harga keris ditentukan beberapa hal. Pertama dari bahan, seperti berlapis emas, gagang keris apakah dari gading atau apa, dilihat dari kesaktian keris–semakin sakti keris proses pembuatannya semakin lama, karena perlu menyelenggarakan acara ritual atau sesajen.

Untuk satu keris yang benar-benar berisi, proses pembuatannya bisa mencapai satu tahun. Biasanya rata-rata hanya 6 bulan. Yang agaknya menjadi kendala yang cukup berarti dalam membuat keris pusaka, menurut Djiwo, saat ini pamor (batu meteor) bahan pembuat keris sudah langka dan bahkan dibilang punah.

Akibatnya, untuk membuat keris alusan dengan cara sistem kanibal Keris lama dicopoti dan diambil untuk membuat keris yang baru. Pada mulanya, penduduk di Banyu Sumurup ini hanya membuat keris yang bertuah. Namun seiring perkembangan zaman, pada tahun 1972, keris mulai diproduksi secara massal untuk digunakan sebagai suvenir.

Djiwo pun juga ikut-ikutan membuat keris suvenir. Maka dirinya lantas mendidik 15 orang pemuda kampung untuk membuat keris. Tapi, lanjut Djiwo, agar tidak terjadi perebutan lahan, mereka lantas dibagi tiga kelompok. Ada yang khusus membuat keris, ada yang membuat warongko saja dan ada pula yang khusus ukiran. “Tujuan saya agar tidak terjadi perebutan lahan,” kata Djiwo.

Untuk memasarkan keris ini, Djiwo mengaku sangat dibantu oleh Pemprov DIY. Di tahun 1978, misalnya, Djiwo melakukan pemeran keliling ke Jakarta, Bandung, Bali dan Semarang. Keris Banyusumurup pun semakin dikenal.

Bahkan pada tahun 1985, sempat pula mengadakan pameran keris di Nedherland, tahun 1989 di Australia. Tak hanya itu, warga Banyu Sumurup juga membuka beberapa counter penjualan keris seperti di Blok M, Ancol, Bali, Bandung dan kota-kota lainnya.

“Kini hampir semua kebutuhan keris yang ada pesannya ya di Banyu Sumurup ini,” tutur Djiwo. Namun kini Djiwo tak lagi ikut-ikutan membuat keris suvenir. Ia kini mengkhususkan diri hanya membuat keris pusaka. ”Banyak saingannya,” tuturnya pendek.

Wanita yang Merasa Susah Cari Suami Lebih Suka Kejar Karir

Sebuah penelitian mengungkapkan penyebab kenapa wanita di zaman sekarang lebih suka mengejar karir ketimbang menikah. Salah satu sebabnya, menurut riset itu adalah karena si wanita merasa susah untuk mencari suami.

Penelitian yang dilakukan Dr. Kristina Durante dan Dr. Vlad Griskevicius itu mengungkapkan wanita yang menganggap dirinya kurang menarik akan bekerja lebih keras untuk mencapai karir gemilang, untuk kebanggaan pada diri sendiri. Wanita juga cenderung menunda memiliki momongan untuk kesuksesan di dunia kerja ketika merasa pria yang bisa dikencani sangat sedikit jumlahnya.

"Banyak wanita tidak menyadari, tapi salah satu faktor penentu dalam karir adalah seberapa mudah atau sulitnya mereka mencari suami," ujar Dr. Kristina Durante asisten profesor marketing di San Antonio College of Business, University of Texas yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip Daily Mail.

"Ketika wanita merasa prospeknya untuk berpacaran suram atau ketersediaan pria yang bisa dipacari sedikit, wanita tersebut kemungkinan besar akan menunda untuk berkeluarga dan memilih mengejar karir," tambahnya.

Dalam penelitiannya, Vlad dan Kristina meneliti jumlah pria dan wanita single di semua negara bagian di Amerika Serikat. Berdasarkan riset ditemukan, ketika jumlah pria single semakin langka, presentase wanita dengan pendapatan tinggi meningkat.

Vlad dan Kristina juga melakukan penelitian lainnya dengan melibatkan para mahasiswi. Para mahasiswi itu diminta untuk percaya bahwa di kampus ada lebih banyak atau sedikit pria dengan menunjukkan mereka satu dari dua artikel tentang populasi mahasiswa. Hasilnya, mahasiswi yang membaca artikel bahwa di kampus ada lebih sedikit pria ketimbang wanita, menjadi lebih termotivasi untuk mengejar karir ketimbang menikah.

"Kelangkaan pria yang membuat wanita memilih menginvestasikan hidup mereka pada karir. Hal itu karena wanita sadar mereka akan sulit untuk hidup tenang dan mulai berkeluarga," ujar Vlad.

Dr. Durante menambahkan wanita yang menilai dirinya kurang menarik untuk pria kemungkinan besar lebih memilih mengejar karir ketika jumlah pria menjadi sangat langka. "Hal ini karena standar hidup wanita menjadi lebih tinggi seiring mereka lebih berpendidikan dan punya banyak uang," jelasnya.

Mengenal Jenis Manusia Albino di Dunia

Written By Unknown on Sabtu, 24 November 2012 | 12:46



Albino (dari bahasa Latin albus yang berarti putih), disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, adalah salah satu bentuk dari hypopigmentary congenital disorder. Ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua).

Jumlah manusia penderita albino di seluruh dunia beragam. Albino di Tanzania, Afrika Timur, adalah negara yang memiliki penderita Albino terbanyak di dunia, yakni sekitar 200.000 jiwa. Ini sama halnya lebih banyak dari penderita di negara lain. Disebagian besar negara, penderita albino hanya sekitar 1 orang per 20.000 penduduk. Sedangkan di Denmark, sekitar 1 orang penderita per 60.000 penduduk. Dan di Afrika, 1 orang penderita albino per 5000 penduduk.


Penyebabnya
Albino adalah kelainan genetik, bukan penyakit infeksi dan tidak dapat ditransmisi melalui kontak, tranfusi darah, dsb. Gen albino menyebabkan tubuh tidak dapat membuat pigmen melanin. Sebagian besar bentuk albino adalah hasil dari kelainan biologi dari gen-gen resesif yang diturunkan dari orang tua, walaupun dalam kasus-kasus yang jarang dapat diturunkan dari ayah/ibu saja. Ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino, tetapi semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.

Albino dikategorikan dengan tirosinase -positif atau -negatif. Dalam kasus dari albino tirosinase positif, enzim tirosinase ada, namun melanosit (sel pigmen) tidak mampu untuk memproduksi melanin karena alasan tertentu yang secara tidak langsung melibatkan enzim tirosinase. Dalam kasus tirosinase negatif, enzim tirosinase tidak diproduksi atau versi nonfungsional diproduksi.


Albino tidak terpengaruh gender, kecuali ocular albino (terkait dengan kromosom X), sehingga pria lebih sering terkena ocular albino. Karena penderita albino tidak mempunyai pigmen melanin (berfungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet yang datang dari matahari), mereka menderita karena sengatan sinar matahari, yang bukan merupakan masalah bagi orang biasa.

Jenis-Jenis Albino
Ada dua kategori utama dari albino pada manusia :

1.Oculocutaneous Albinism


Oculocutaneous albinism (berarti albino pada mata dan kulit), kehilangan pigmen pada mata, kulit, dan rambut.

2.Ocular Albinism


Ocular albinism, hanya kehilangan pigmen pada mata. Orang-orang dengan oculocutaneous albinism bisa tidak mempunyai pigmen dimana saja sampai ke tingkat hampir normal. Orang-orang dengan ocular albinism mempunyai warna rambut dan kulit yang normal, dan banyak dari mereka mempunyai penampilan mata yang normal.

3.Recessive Total Albinism


4.Albinism black lock cell migration disorder syndrome (ABCD)


5.Albinism deafness syndrome (ADFN)


Hanya tes genetik satu-satunya cara untuk mengetahui seorang albino menderita kategori yang mana, walaupun beberapa dapat diketahui dari penampilannya.

Gejala gejala Albino
Dengan test genetik, dapat diketahui apa seseorang itu albino berikut variasinya, tetapi tidak ada keuntungan medis kecuali pada kasus non-OCA disorders yang dapat menyebabkan albino disertai dengan masalah medis lain yang dapat diobati.

Umumnya kelainan mata pada penderita albino adalah sebagai berikut :
• Nystagmus, pergerakan bola mata yang irregular dan rapid dalam pola melingkar
• Strabismus ("crossed eyes" or "lazy eye").
• Kesalahan dalam refraksi seperti miopi, hipertropi, dan astigmatisma.
• Fotofobia, hipersensitivitas terhadap cahaya
• Hipoplasi foveal – kurang berkembangnya fovea (bagian tengah dari retina)
• Hipoplasi nervus optikus – kurang berkembangnya nervus optikus.
• Abnormal decussation (crossing) dari fiber nervus optikus pada chiasma optikus.
• Ambliopia, penurunan akuisitas dari satu atau kedua mata karena buruknya transmisi ke otak, sering karena kondisi lain seperti strabismus.

Hilangnya pigmen juga membuat kulit menjadi terlalu sensitif pada cahaya matahari, sehingga mudah terbakar, sehingga penderita albino sebaiknya menghindari cahaya matahari atau melindungi kulit mereka.

Ciri-ciri Guru Kreatif dan Profesional

Written By Ujie Caprone on Rabu, 07 November 2012 | 12:29

Dengan menjadi kreatif guru akan dapat menunjukkan kinerja yang baik. Guru kreatif sebagai salah satu ciri guru profesional yang mampu melaksanakan tugas secara berkesinambungan kapanpun dan dimanapun. Kreatifitas merupakan sifat pribadi seorang individu yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Guru mempunyai peran dalam keberhasilan pendidikan. Harapan agar bisa memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan disematkan dalam proses dan hasil pendidikan. Walau masing banyak ditemukan guru yang belum memiliki kreatifitas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pendidik.

Setiap guru sebenarnya memiliki potensi kreatif, namun dalam derajat yang berbeda-beda. Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri untuk menjadi guru kreatif.

Guru yang kreatif dapat dicirikan dari kemampuannya dalam melaksanakan tugas, peran dan fungsinya secara profesional. Menurut artikel yang ditulis oleh Ali Ansori, S.S, M.Pd, Widyaiswara LPMP Prov. Kep. Bangka Belitung. Ada 9 ciri yang harus diusahakan dilakukan guru agar ia termasuk guru yang kreatif, yaitu:

1) Mampu mengekspos siswa pada hal-hal yang bisa membantu mereka dalam belajar,
2) Mampu melibatkan mereka dalam segala aktivitas pembelajaran,
3) Mampu memberikan motivasi buat siswa baik secara verbal maupun non verbal,
4) Mampu mengembangkan strategi pembelajaran (penerapan pendekatan, metode, model dan tehnik) dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakter materi,
5) Mampu menciptakan pembelajaran yang joyful dan meaningful,
6) Mampu berimprovisasi dalam proses pembelajaran
7) Mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan aplikatif,
8) Mampu membuat dan mengembangkan bahan ajar yang variatif, dan
9) Mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran.

Kreatifitas akan mampu mendatangkan perubahan. Mengubah paradigma lama menuju paradigm baru dalam melakukan pembelajaran adalah sebuah tuntutan bukan tawaran. Eksistensi guru sebagai pendidik itu ada justru karena perubahan itu sendiri.

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/11/ciri-ciri-guru-kreatif-yang-profesional.html#ixzz2BVYHGtly

Indonesia Sebuah Negara Tanpa Hukum kah?

Written By Ujie Caprone on Minggu, 28 Oktober 2012 | 18:08

Jika penegakan hukum di Indonesia tetap berlangsung seperti saat ini kedepan, maka sama saja Negara Indonesia tidak memiliki hukum. Ditambah lagi penegakan hukum di Indonesia cenderung berat sebelah. 

Indonesia merupakan Negara hukum yang menganut cukup banyak jenis sistem hukum akibat pengaruh-pengaruh baik dari internal maupun eksternal. Adapun sistem hukum yang ada di Indonesia mencakup, Sistem Hukum Kontinental (Civil Low), Sistem Hukum Anglo-Saxon (Common Law), Sistem Hukum Adat (Adatrecht), Sistem Hukum Islam (Syariah) dan Sistem Hukum Kanonik.( R. Abdoel Djamali,SH: 1984). Dari ragam sistem hukum di Negara ini, seharusnya lebih bisa ‘mentertibkan’ bangsa ini dari pelanggaran hukum yang acap kali terjadi di masyarakat.

Pada dasarnya semua sistem hukum harus mengakomodir kepentingan masyarakat secara umum. Pembentukan sistem hukum dalam suatu Negara bertujuan menciptakan masyarakat yang kondusif dimana tidak ada yang merasa dirugikan. Maka dari itu aturan-aturan untuk membatasi perihal ini dibentuklah suatu hukum yang diawasi oleh penegak hukum dan dijalankan oleh semua masyarakat tanpa terkecuali.
Jika melihat beberapa kejadian pelanggaran hukum yang sering terjadi di Indonesia, yang paling kronis pada Negara kita adalah kasus Korupsi. Penyakit letal ini sudah semakin parah dan penyelesaian kasus pelanggaran hukum ini cenderung ‘berlarut-larut’, tidak sampai pada ‘akar’ permasalahan.

Di sisi lain, sudah tidak menjadi asing lagi jika penegak hukum itu sendiri pun berada di dalam lingkaran pelanggaran hukum. Sebut saja instansi kepolisian, yang seharusnya menegakkan hukum ternyata terjerat pelanggaran hukum. Semakin menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap instansi ini menjadi bukti bahwa kepolisian diragukan kelayakannya menjadi pilar penegakkan hukum di Negara ini.
Berita yang belakangan menyeruak di media adalah tentang kasus korupsi proyek simulator SIM. Permasalahannya sederhana, ada pelanggaran hukum yaitu telah terjadi tindak pelanggaran hukum, korupsi. Dan yang terlibat dan telah ditetapkan menjadi tersangka pun berhubungan dengan aparat kepolisian. Pihak kepolisian berdalih bahwa kepolisian akan menindak tegas dan menyelesaikan permasalahan kasus korupsi ini. Di lain sisi, KPK sebagai lembaga anti korupsi ingin turun langsung menyelesaikan permasalahan ini. Dan dari perbedaan mind set dari kedua pihak, menimbulkan polemik baru.

Namun terlepas siapapun yang menyelesaikan kasus ‘hina’ ini, kita bisa mengambil kesimpulan secara implisit bahwa aparat penegak hukum yang seharusnya bisa mengawal berjalannya hukum untuk menciptakan keamanan Negara, ternyata tidak berlangsung baik. “Jauh api dari panggang”. Pada dasarnya sketsa seperti ini cukup memiriskan. Dan jika berlarut-larut seperti ini -aparat penegak hukum terlibat kasus pelanggaran hukum- maka sama saja Indonesia tanpa hukum.

Maka dari itu untuk menyelesaikan sekelumit permaslahan hukum yang terjadi di Negara kita, mulai dari korupsi, tindak kriminalitas, penyakit masyarakat, dan sebagainya, bisa dimulai dengan mengadakan pendidikan hukum sejak dini. Disela-sela pendidikan formal, sekolah perlu mengadakan kegaitan pemberian materi tentang hukum. Kegiatan ini diadakan dengan harapan agar meminimalisir pelanggaran-pelanggaran hukum yang terjadi di kemudian hari. Dan jika sedari dini masyarakat sudah dipupuk dengan pendidikan hukum, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia ke depan akan menjadi masyarakat yang taat hukum. Selain itu, dengan diadakannya pendidikan hukum secara sistematis dan konsisten, setidaknya akan membantu kerja-kerja penegak hukum untuk mengawal hukum di Negara hukum -Indonesia.

Inilah Legenda Asal Usul Raja Ampat

Raja Ampat menjadi salah satu kepulauan paling eksotis di dunia. Tahukah anda seperti apa sejarah asal usul Raja Ampat?

Asal usul Raja Ampat tak bisa dilepaskan dari suku asli yang mendiami pulau terbesar di Raja Ampat, Waigeu. Yakni suku Maya.

"Suku maya adalah sebutan untuk suku asli raja ampat. Berasam dari kata mam dan ya yang artinya, bapa sesungguhnya saya ada. Suku maya berasal dari teluk mayalibit berarti kamar atau ruangan. Kamar untuk orang-orang maya," kata tokoh adat suku maya, Yohanes Goran Gaman, dalam penjelasannya kepada wartawan di Sorong, Papua Barat, Sabtu (20/10/2012) malam.

Hal ini dibenarkan oleh tokoh adat generasi ke-7 suku maya yang juga adik Yohanes, Abraham Goran Gaman. Abraham menjelaskan, orang maya belum keluar dari pedalaman menuju pantai hingga abad ke-19.

"Orang maya tidak ada tinggal di pantai. Mereka tinggal di hutan dan gunung. Mereka tinggal di rumah atap sederhana. Kemudian datang orang Biak, adalah penjelajah di laut. Munculnya suku biak membuat orang maya yang baru turun ke pantai mengenal perahu lebih jelas. Kemudian pancing yang awalnya hanya sejenis tali atau benang dari pohon genemo membuat mereka semakin kenal alat memancing," ungkap Abraham.

Hingga saat ini suku asli Raja Ampat ini masih berdiam di pulau Waigeu. Namun mereka tidak tinggal di Waisei yang merupakan Ibukota Kabupaten Raja Ampat, suku maya memilih tetap tinggal di pedalaman.

Menurut Yohanes yang kini menjabat sekretaris dewan adat suku maya, kisah asal usul Raja Ampat tak bisa dipisahkan dari cerita munculnya raja-raja dari suku maya.

"Jadi di teluk Kabui di tak jauh dari Waigeu, dulu ada kemunculan raja-raja misterius dari 7 telur. Sampai sekarang bangunan sejarah tempat telur itu berasal sudah dibangun tapi atapnya rusak terus. Jadi Raja Ampat berasal dari empat raja yang lahir dari 7 telur yang didapat generasi pertama suku maya Aliap Gaman," katanya.

Dia tak bisa menjelaskan perjalanan detil empat raja yang dilahirkan dan memerintah di Raja Ampat. Karena alasan kerahasiaan yang harus dijaga suku maya.

Namun penamaan Raja Ampat juga dihubungkan dengan empat pulau besar di Raja Ampat. "Pulau Waigeu, Solawati, Batanta, dan Misol. Juga dihubungkan dengan empat suku yang ditanggal di Waigeu, suku ambel, langganyan, kawei, dan wawiyai," katanya.

Berkembang mulai abad ke 19, masyarakat Raja Ampat kemudian terdidik menjadi masyarakat bahari yang tangguh. Namun kemudian saat Raja Ampat sudah menjadi tujuan wisata bawah laut kelas dunia, warga asli Raja Ampat merasa diabaikan.

"Kenapa kita tidak diangkat karena kuantitas dan kualitas. Jadi kita jumlahnya sedikit dan terpinggirkan," katanya.

Masyarakat penghuni Raja Ampat sejak awal juga mendorong Pulau Salawati menjadi Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Namun usul tersebut ditolak. Saat ini mereka hanya berharap pemerintah Kabupaten Raja Ampat menghormati eksistensi mereka dan mengembangkan kebudayaan suku maya menjadi aset wisata di Raja Ampat.

"Kami ingin pemerintah ini mengakui dan melibatkan kami. Setelah otsus digulirkan pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah gagal menjadikan Raja Ampat sebagai Indonesia sejati, karena ada masyarakat yang tidak tersentuh pembangunan, "katanya.

Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia

Teori ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer, seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada.

Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara!



Hal itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul ‘Eden in The East’ di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 28 Oktober 2010.

Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia.

Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan Sundaland atau Indonesia.

Apa buktinya? “Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia,” kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga dihadiri Jimly Asshiddiqie.


Buku “Eden in The East” oleh Stephen Oppenheimer

Lulusan fakultas kedokteran Oxford University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, bahwa peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat.

Perjalanan yang dilakukannya dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai es hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia.

Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia. Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah.

Pada akhir Zaman Es, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.


Peta migrasi manusia selama 160.000 tahun zaman es terakhir oleh Stephen Oppenheimer. Ini adalah hasil kerjanya yang didasarkan pada DNA mitokondria, bukti kromosom Y, arkeologi, klimatologi, dan studi fosil dan melacak rute dan waktu migrasi manusia keluar dari Afrika dan ke seluruh dunia.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur.

Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam.

“Indonesia telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya,” ujar dia.

Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara.

Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun lalu.


Akibat iklim Bumi yang semakin panas saat zaman es secara dramatis pada 65-52 ribu tahun yang lalu, membuat air laut semakin naik di daerah khatulistiwa yaitu Indonesia. Keadaam itu memaksa nenek moyang manusia pindah dari daerah khatulistiwa ke daerah utara dan selatan Bumi. (Stephen Oppenheimer)

Eden In The East juga mengungkapkan bahwa berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua.

Buku ini ‘membalikkan’ sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia.

“Buku ini memang juga ada biasnya. Karena penulis istrinya orang Malaysia sehingga ada perspektif Malaysia,” kata Jimly yang hadir dalam acara itu. (Fina Dwi Yurhami/vivanews/icc.wp.com)




Peta animasi daerah Sundaland, selama dan sesudah zaman es

JOURNEY OF MANKIND (tunggu beberapa saat hingga gambar GIF animasi bergerak):




Permainan Tradisional Kuda Lumping yang Tertelan Zaman

Written By Ujie Caprone on Selasa, 23 Oktober 2012 | 12:37

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus mencatat seluruh warisan kebudayaan yang ada di Nusantara. Catatan itu untuk mengkomparasikan warisan budaya yang ada supaya mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

Permainan tradisional sekecil apapun akan kita catat dan administrasikan dalam buku besar. Ini bukan pekerjaan yang ringan, tetapi harus terus dikerjakan, ujar Mendikbud, Mohammad Nuh, di Yogyakarta, Selasa (18/9/2012).

Kemendikbud sudah membentuk tim pencatat, meski pencatatan warisan budaya nusantara ini tidak akan selesai dalam kurun waktu lima tahun.

Pencatatan warisan budaya itu membutuhkan waktu yang cukup lama, karena yang didata bukan hanya jawa, tetapi seluruh Indonesia. Apalagi, menurut Nuh, bahasa yang ada di Indonesia sendiri lebih dari 600-an.

“Mulai dari permainan-permainan tradisional itu kan banyak yang hilang. Salah satu contoh, Jarang Kepang atau bahasa Jawa Tengah-nya Kuda Lumping. Permainan itu kan kita sudah mengetahui semua, tetapi saat ditanya mulai kapan adanya Jarang Kepang? Abad Ke berapa? Nggak ono sing eroh,” ujar Nuh dengan khas logat Jawa.

Dia menambahkan, beberapa pertanyaan seperti filosofi Jarang Kepang? Kapan Jaran Kepang diperagakan? kembali lagi Nuh mempertegas tidak ada yang mengetahui secara detail.

Dari penelusuran itu, tugas tim pencatat dari Kemendikbud harus mengali lebih dalam untuk mengurai benang kusut yang selama ini ada di masyarakat.

Kenapa kok pakai kepang atau gedhek. Apa nilainya? kenapa kok setelah melakukan tarian itu muncul semacam magis, kemudian pemainnya makan beling. Ono lombok (cabe) kok maem beling. Itu lebih menarik lagi kalau lombok campur beling jadi rujak beling, kelakarnya sambil tertawa.

Apa makna nilai yang ada dalam jarang kepang itu menjadi tugas kita melestarikan, membukukan, agar tidak punah ditelan zaman. Lembaga yang melakukan pencatatan dari departenmen kebudayaan, jelasnya.

Nuh kembali mengingatkan permainan bentik, yang mengunakan batang pandan sebagai pemukul dan batang kecil untuk dipukul. Kemudian, permainan dakon, permainan grobak sodor, dan masih banyak permainan tradisional lainnya yang kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak, remaja, maupun orang tua karena tidak memiliki nilai ekonimis bagi pemainnya.

Lah kalau permainan-permainan ini tidak kita angkat kembali, kita khawatir permainan-permainan tradisional ini akan hilang. Itu semua kekayaan kita, itu semua warisan-warisan budaya dari pendahulu kita, jelasnya.
 
Support : Halila Group | Curhat Ku | Komunitas Sakit Hati
Copyright © 2011. Blog Sakit Hati - All Rights Reserved
Template Created by Ujie Caprone Proudly powered by Blogger