Raja Ampat menjadi salah satu kepulauan paling eksotis di dunia. Tahukah anda seperti apa sejarah asal usul Raja Ampat?
Asal usul Raja Ampat tak bisa dilepaskan dari suku asli yang mendiami pulau terbesar di Raja Ampat, Waigeu. Yakni suku Maya.
"Suku maya adalah sebutan untuk suku asli raja ampat. Berasam dari kata
mam dan ya yang artinya, bapa sesungguhnya saya ada. Suku maya berasal
dari teluk mayalibit berarti kamar atau ruangan. Kamar untuk orang-orang
maya," kata tokoh adat suku maya, Yohanes Goran Gaman, dalam
penjelasannya kepada wartawan di Sorong, Papua Barat, Sabtu (20/10/2012)
malam.
Hal ini dibenarkan oleh tokoh adat generasi ke-7 suku maya yang juga
adik Yohanes, Abraham Goran Gaman. Abraham menjelaskan, orang maya belum
keluar dari pedalaman menuju pantai hingga abad ke-19.
"Orang maya tidak ada tinggal di pantai. Mereka tinggal di hutan dan
gunung. Mereka tinggal di rumah atap sederhana. Kemudian datang orang
Biak, adalah penjelajah di laut. Munculnya suku biak membuat orang maya
yang baru turun ke pantai mengenal perahu lebih jelas. Kemudian pancing
yang awalnya hanya sejenis tali atau benang dari pohon genemo membuat
mereka semakin kenal alat memancing," ungkap Abraham.
Hingga saat ini suku asli Raja Ampat ini masih berdiam di pulau Waigeu.
Namun mereka tidak tinggal di Waisei yang merupakan Ibukota Kabupaten
Raja Ampat, suku maya memilih tetap tinggal di pedalaman.
Menurut Yohanes yang kini menjabat sekretaris dewan adat suku maya,
kisah asal usul Raja Ampat tak bisa dipisahkan dari cerita munculnya
raja-raja dari suku maya.
"Jadi di teluk Kabui di tak jauh dari Waigeu, dulu ada kemunculan
raja-raja misterius dari 7 telur. Sampai sekarang bangunan sejarah
tempat telur itu berasal sudah dibangun tapi atapnya rusak terus. Jadi
Raja Ampat berasal dari empat raja yang lahir dari 7 telur yang didapat
generasi pertama suku maya Aliap Gaman," katanya.
Dia tak bisa menjelaskan perjalanan detil empat raja yang dilahirkan dan
memerintah di Raja Ampat. Karena alasan kerahasiaan yang harus dijaga
suku maya.
Namun penamaan Raja Ampat juga dihubungkan dengan empat pulau besar di
Raja Ampat. "Pulau Waigeu, Solawati, Batanta, dan Misol. Juga
dihubungkan dengan empat suku yang ditanggal di Waigeu, suku ambel,
langganyan, kawei, dan wawiyai," katanya.
Berkembang mulai abad ke 19, masyarakat Raja Ampat kemudian terdidik
menjadi masyarakat bahari yang tangguh. Namun kemudian saat Raja Ampat
sudah menjadi tujuan wisata bawah laut kelas dunia, warga asli Raja
Ampat merasa diabaikan.
"Kenapa kita tidak diangkat karena kuantitas dan kualitas. Jadi kita jumlahnya sedikit dan terpinggirkan," katanya.
Masyarakat penghuni Raja Ampat sejak awal juga mendorong Pulau Salawati
menjadi Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Namun usul tersebut ditolak. Saat
ini mereka hanya berharap pemerintah Kabupaten Raja Ampat menghormati
eksistensi mereka dan mengembangkan kebudayaan suku maya menjadi aset
wisata di Raja Ampat.
"Kami ingin pemerintah ini mengakui dan melibatkan kami. Setelah otsus
digulirkan pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah gagal menjadikan Raja
Ampat sebagai Indonesia sejati, karena ada masyarakat yang tidak
tersentuh pembangunan, "katanya.
Inilah Legenda Asal Usul Raja Ampat
Written By Ujie Caprone on Minggu, 28 Oktober 2012 | 18:02
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar