Home » , » Mengenal Lebih Dekat Komitmen Dalam Sebuah Hubungan

Mengenal Lebih Dekat Komitmen Dalam Sebuah Hubungan

Written By Unknown on Jumat, 10 Mei 2013 | 18:41

Komitmen, seberapa penting sih dalam sebuah hubungan? Memang nggak semua pasangan punya komitmen. Nyatanya, hubungan spesial yang mereka jalani hanya dibiarkan mengalir sampai nantinya waktu yang menentukan mereka akan terus bersama atau nggak.

Ikatan batin yang perlahan muncul dari sebuah hubungan yang awalnya tanpa arah banyak terjadi. Tapi, bagi sebagian orang, komitmen jadi hal penting yang wajib dibahas di awal hubungan mereka. Jadi, lebih baik mana, berkomitmen sejak awal hubungan atau membiarkannya tumbuh sendiri seiring berjalannya waktu?

“Sebenarnya, saat tepat benar-benar berkomitmen itu tergantung kesiapan masing-masing orang. Di awal atau di tengah-tengah proses saling mengenal nggak masalah. Tapi, kalau komitmen disama artikan dengan memulai hubungan spesial, rasanya kurang pas. Komitmen lebih ke hubungan yang lebih serius. Ibaratnya pondasi, komitmen menentukan arah hubungan,” papar Fani, mahasiswi pascasarjana Psikologi, UGM.
Seorang teman mengaku ia berkomitmen menjalani hubungan serius dengan si pacar. Tapi, ketika ditanya apa yang dilakuin selama berkomitmen, dia sendiri nggak bisa menjawab dengan alasan membiarkan semuanya mengalir. Lalu, apa fungsi komitmen baginya? Benarkah itu hanya cara untuk saling mengikat dengan dalih menjalin hubungan serius?

Lain lagi dengan sahabat kecil saya. Sejak awal menjalin hubungan dengan si pacar, dia hanya berkomitmen untuk “jalan bareng”. Sementara nggak pernah ada batasan harus bagaimana bersikap dengan teman-temannya. Alhasil, dengan siapa pun dia atau pacarnya jalan, nggak pernah jadi persoalan. Sampai masing-masing dari mereka bebas having fun dengan siapa saja tapi tetap berkomitmen dengan status awal, pacaran. Apa arti komitmen bagi mereka sendiri? Punya hubungan spesial tapi masih sah having fun dengan yang orang lain termasuk dalam “perjanjian” yang mereka buat?
Komitmen akhirnya jadi korban. Bukannya real digunakan sebagai pondasi matang, dia malah jadi pengikat klise sebuah hubungan. Bahkan jadi pengesah hal-hal nggak wajar jadi tampak wajar. Tapi balik lagi, masing-masing punya pandangan dan kepentingan. Bagaimana pun bentuknya, komitmen masih tetap berjasa dalam hubungan karena ampuh mengikat batin dengan “perjanjian” nggak tertulis yang jadi penyatu tiap pasangan. So, buat kamu sendiri, apa sih arti komitmen?
Share this article :
Comments
1 Comments

1 komentar:

 
Support : Halila Group | Curhat Ku | Komunitas Sakit Hati
Copyright © 2011. Blog Sakit Hati - All Rights Reserved
Template Created by Ujie Caprone Proudly powered by Blogger