Bagi kaum wanita disana letak kecantikan buat mereka adalah menjadi tubuhnya gemuk. Demikian pentingnya menjadi gemuk, sampai-sampai orang tua yang memiliki anak perempuan akan mengirimkannya ketempat khusus (semacam kamp) untuk menambah beberapa kilogram berat badan.
Bagi mereka besarnya bentuk badan wanita menunjukan besarnya cinta mereka kepada calon mempelai pria. Menurut Mint Ely, seorang aktivis hak perempuan, mengatakan bahwa setiap gadis yang berumur 5 tahun harus menjalani tradisi penggemukan badan yang disebut Leblouh.
Tradisi menggemukan badan tetap saja menyiksa! Para wanita Mauritania dipaksa mengonsumsi makanan dan minuman dalam kadar yang di luar batas. Setiap anak perempuan harus memakan dan meminum bahan makanan yang mengandung lemak tinggi seperti susu, mentega, dan kacang. Mereka mengkonsumsi 16.000 kalori setiap harinya.
Makan dua kilogram nasi yang dicampur dengan dua gelas mentega dan 20 liter susu unta. Bahkan ketika wanita yang ada dalam tradisi itu muntah, muntahannya itu juga harus ditelan.
Proses mengirimkan ke kamp untuk menjalani Leblouh biasa dilakukan pada liburan sekolah atau musim hujan ketika susu berlimpah. Tak jarang mereka menggunakan metode penyiksaan agar si anak mau menghabiskan makanannya.

0 komentar:
Posting Komentar